Download Komik Naruto chapter 468 Bahasa Indonesia Gratis!

>> Thursday, October 22, 2009

Seri komik naruto terbaru telah dirilis! Chapter 468 ini berjudul "Hachibi and Kyuubi". Manga naruto chapter 468 ini tersedia dalam 2 bahasa, inggris dan indonesia, silahkan download gratis komik manga narutu lewat link dibawah ini:
Download Komik manga naruto Chapter 468 (Bahasa Indonesia)
Download Komik manga naruto Chapter 468 (Bahasa Inggris)

Read more...

Fragmen dan Otobiografi: Pencarian Belum Selesai

Judul Buku: Fragmen Dan Otobiografi (Pencarian Belum Selesai)
Penulis: Dorothea Rosa Herliany (Ed.) Melani Budianta (Pengantar)
Penerbit: Indonesia Tera
Edisi: Pertama Tahun
Terbit: Desember, 2008
Ukuran: 25x21cm
Halaman: 130 Hal.
Berat Buku: 156 gram
Nomer ISBN: 9-799-37542-8


Sinopsis Buku
Merupakan salah satu fragmen dari beberapa karya otobiografi Toeti Heraty, seorang Guru Besar Filsafat yang juga dikenal sebagai seorang penyair feminis. Meskipun ia bisa disebut sebagai budayawan, namun ia bukan sekadar budayawan yang mempunyai cukup kekayaan dan kemurahan hati untuk mengayomi, Galeri Cemara yang bersambung dengan rumahnya itu bukan sekadar lokasi bagi sastrawan, seniman dan aktivis untuk ngerumpi. Dengan keunikan dan pribadi yang tak mau terkait dengan sosok Toeti Heraty, galeri itu menjadi sebuah ruang budaya yang tersendiri. Ruang itu menawarkan daya tariknya sekaligus juga batas- batas siapa yang merasa memilikinya. Fragmen otobiografi ini membahas sisi kehidupan Toeti Heraty yang berkenaan dengan sosoknya sebagai sebuah ruang budaya dengan menampilkan sisi humanitas yang menyentuh hati.

Read more...

Remaja Doyan Filsafat, Why Not?

Judul Buku: Remaja Doyan Filsafat, Why Not?
Penulis: Ekky al-Malaky
Penerbit: DAR! Mizan, Bandung
Cetakan: Pertama, September 2003
Tebal Buku: 172 Halaman
Oleh: Budi Asyhari-Afwan



Kalau beberapa tahun lalu kita dikejutkan oleh novel filsafat karya Jostein
Gaarder, Dunia Sophie (Mizan, 1995), yang sarat dengan materi-materi filsafat tapi tetap bercorak santai dan memikat, maka buku Remaja Doyan Filsafat, Why
Not? Ini berhaluan sama, meski dengan kemasan berbeda. Bila Dunia Sophie melulu berisi sejarah filsafat sejak masa awal sampai modern, Ekky lebih pada uraian
beberapa topik khas dan yang sedang ngetren di kalangan remaja disertai analisis filosofis, dengan pola kemasan bahasa dan kosa kata yang enteng, ringan, dan gaul.
Penulisnya sendiri, Ekky al-Malaky adalah seorang mahasiswa S2 Filsafat UI, yang sudah sangat lama menjadi penulis tentang berbagai permasalahan remaja, baik di koran maupun majalah. Maka wajar bila penggunaan bahasanya amat gaul dan pas untuk remaja. Pesan yang ingin disampaikan Ekky dalam buku ini adalah ajakan kepada remaja untuk berpikir filosofis dalam melihat fenomena yang mereka hadapi. Karena menurutnya, perkembangan pergaulan remaja Indonesia saat ini
cenderung latah dan ikut-ikutan pola budaya dan tradisi Barat tanpa memfilter
lebih dulu. Tanpa mempertimbangkan positif- negatifnya.
Remaja mesti terlebih
dahulu memikirkan masak- masak, mendalam, dan filosofis sebelum mengikuti sesuatu.
Hal itu penting, karena menurut Ekky, di samping akan menguatkan jati diri
mereka juga akan bermanfaat bagi masa depan mereka sendiri. Dalam sorotannya, ada beberapa persoalan remaja seperti budaya hedonisme, konsumerisme, tato, punk, tindik, bahkan putauw atau narkoba, dan sebagainya, yang akarnya adalah
kesalahpahaman mereka sendiri ketika melihat budaya asing. Sehingga seringkali
para remaja meniru begitu saja, tanpa melihat konteks sejarah, budaya, dan
manfaatnya. Misalnya, ketika meniru budaya tato, remaja tidak menyadari
kesalahannya dalam memahami makna tato yang sebenarnya. Padahal dalam
sejarahnya, tato bukanlah sebuah lambang gagah-gagahan atau gaul. Tato merupakan
simbol ritualitas (Mesir Kuno), kesuburan (Jepang), dan pesan perdamaian
(Hippies Amerika) (hal.37). Bahkan di Eropa, tato bernilai sangat mewah dan
mahal, dan hanya kalangan elite yang menato tubuhnya. Tapi ketika tiba di
Indonesia, tato justru dianggap sebagai lambang gengsi, gagah-gagahan dan
dilakukan oleh kalangan anak muda yang umumnya "kurang beres" dalam pergaulannya.
Bukan hanya tato yang disalahpahami remaja Indonesia. Dalam buku tipis tapi
menarik ini juga dibeberkan kesalahpahaman remaja Indonesia terhadap budaya punk. Di Barat, punk adalah lambang pemberontakan terhadap aturan-aturan kaku.
Tapi di sini justru sebaliknya, punk dipahami amat berlebihan bahkan cenderung norak. Masih banyak budaya lain yang bila diketahui sejarahnya telah jauh bergeser dari makna sebenarnya.
Sisi menarik buku ini adalah, di samping mengupas hal-hal di atas, Ekky juga mengenalkan istilah-istilah filsafat dan sosial, seperti teologi, epistemologi, bahkan globalisasi dan imagologi (ilmu tentang image, pencitraan) kepada kaum remaja dengan bahasa gaul dan sederhana. Ia pun tak lupa mengenalkan beberapa tokoh filsafat, dari Aristippos, Epikuros, Phytagoras, Ibnu Rusyd, Aristoteles,
Plato, sampai Bentham, dan lain- lain, sekaligus disertakan juga butir-butir pemikirannya. Menariknya lagi, secara lugas dan ringkas, Ekky memasukkan
beberapa aliran pemikiran filsafat. Sehingga tanpa terasa, pembaca secara mengalir akan memahami banyak sekali pengetahuan baru.
Yang lebih signifikan dari kehadiran buku ini adalah ketika penulisnya menggiring pada dua pola pemikiran, filosofis dan relegius. Bagi Ekky, ketika melihat fenomena keseharian, remaja mesti menggunakan dua cara pandang tersebut.
Baik saat menonton TV, menikmati film, bergaul dengan teman, maupun dalam
cakupan yang lebih luas. Dalam tontonan TV misalnya, sering disuguhkan sebuah
imagologisme --istilah ini dipopulerkan Milan Kundera, yang intinya suatu upaya
pencitraan dalam rangka menipu pemirsa (konsumen) terhadap suatu produk dengan
menampilkan iklan yang menonjolkan wanita cantik-- yang mengaburkan "nilai"
suatu produk. Maka di sinilah berpikir filosofis dan relegius amat penting artinya untuk menghindari kelatahan.
Boleh dibilang, buku ini sangat berguna bukan saja untuk pengayaan materi dan
wawasan, tapi juga banyak informasi mengenai pengetahuan dasar filsafat plus
pembentengan diri dari kultur asing. Maka tidak aneh bila buku ini diharapkan
mampu menjadi "penuntun" remaja --meskipun Ekky menolak sebutan ini-- masuk ke
dunia filsafat.

Note: Bukunya bagus lho..kebetulan aku dah baca dari perpustakaan sekolah!

Read more...

About Me

My Photo
Erwine Reidha
Tabalong, Kalimantan Selatan, Indonesia
My name is Erwine Reidha a student of junior hight school that have millions aspiration for this country to change Indonesia into a better direction::.
View my complete profile

Perfect Money

Recent Comments

  © Erwhen21 smart | Design by Erwine Reidha

Back to TOP